SERANG — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) melalui Region 8 Jakarta 3 menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di lingkungan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU).
Komitmen tersebut disampaikan perwakilan Regional CEO (RCEO) Region 08 Jakarta 3, Moch Suratin, saat menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat NU di Serang, Banten, Sabtu (25/4/2026).
Suratin menilai Muslimat NU memiliki peran strategis dalam mendorong penguatan ekonomi berbasis komunitas. Hal itu didukung oleh jaringan anggota yang luas hingga ke tingkat akar rumput.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Potensi UMKM di lingkungan Muslimat NU sangat besar. Dengan dukungan yang tepat, baik dari sisi pembiayaan maupun pendampingan, pelaku usaha dapat berkembang lebih optimal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, BRI menghadirkan berbagai layanan untuk memperkuat UMKM, mulai dari akses pembiayaan, layanan transaksi digital, hingga pengembangan ekosistem usaha melalui Agen BRILink.
Selain permodalan, BRI juga fokus pada program peningkatan kapasitas (capacity building) dan pendampingan usaha. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan daya saing pelaku UMKM, khususnya perempuan.
“Tidak hanya permodalan, kami juga fokus pada peningkatan kualitas usaha melalui pelatihan dan pendampingan agar UMKM bisa naik kelas,” jelasnya.
Kerja sama antara BRI dan Muslimat NU turut mencakup penguatan kelembagaan melalui integrasi layanan keuangan dan digital. Termasuk di dalamnya pengembangan sistem keanggotaan serta pemanfaatan produk perbankan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Menurut Suratin, pemanfaatan layanan keuangan terintegrasi diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, serta akuntabilitas dalam pengelolaan organisasi, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi anggota.
Melalui sinergi tersebut, BRI berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan kemandirian ekonomi perempuan serta memberikan dampak sosial yang berkelanjutan.
“BRI akan terus memperluas akses layanan keuangan inklusif dan mendukung pengembangan UMKM melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi perempuan,” tuturnya








